Katanya Lulus = Your life is getting started. Well, yeah. But…
Banyak mikir, sedikit ngerti, kudu tetap jalan.
4 Bulan Setelah Lulus, Kok Hidup Malah Makin Chaos?
Udah sekitar 4 bulan sejak lulus.
Kalau dilihat dari luar, damn I just graduated from 4 years of pembantaian. Nah, in a nutshell, it goes like this:
- Lulus kuliah awal Agustus ✔️
- Udah dapet kerja di Agustus ✔️
Secara CV, this looks solid.
But, the reality? MANTAP KALI WAK!
My life suddenly goes… I don’t know what the hell is going on.
Lemburrrrr terus tapi ya karena gue skill issue
Hari-hari cuma muter di kerja–pulang–capek–tidur. Bangun pagi sambil mikir:
“Anjir, ini hidup gue beneran?”
Kerja vs Hidup Sosial: Duel Tanpa Pemenang
Masalah terbesar gue sekarang adalah nyari keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi — dan sejauh ini, susah men wkwkkwkwk.
Gue kerja di ranah DevOps. Jujur aja, ini bukan bidang yang bikin gue bangun pagi dengan semangat “anjay let’s go”.
Bukan berarti gue gak suka DevOps.
Cuma… passion-nya gak nyampe situ.
Di sisi lain, gue juga sadar:
My current skill isn’t strong enough to jump into another role yang mungkin yang lebih gue pengenin.
Akhirnya gue kejebak di tengah:
- Kerja keras di bidang yang belum tentu cocok
- Sambil sadar kalau kemampuan gue masih harus dikejar
Capeknya bukan fisik doang, tapi mental.
Pulang kerja bukannya recharge, malah overthinking.
Quarter-Life Crisis: Datang Tanpa Undangan
In all this calamity, quarter-life crisis comes and goes.
Random questions start popping up:
- What exactly do I want to be?
- 5 years from now, will I still be here?
- At age 30, will I be married, rich, or just have a cat?
Masalahnya bukan pertanyaannya.
Masalahnya: gak ada jawabannya.
Yang ada cuma pressure, comparison, dan LinkedIn feed orang-orang yang kariernya kelihatan mulus banget (padahal ya… you know lah).
Pingin Kabur… Eh Maksudnya Studi Lanjut
Deep down, gue tau satu hal:
gue pengen lebih.
Gue pengen study abroad, belajar di lingkungan baru, ngerasain hidup yang beda, dan ngisi hal-hal yang gue rasa kelewat selama masa kuliah.
Bukan cuma soal akademik, tapi:
- Cara mikir
- Cara hidup
- Cara ngenalin diri sendiri
Bukan karena pengen kabur dari kerjaan doang.
Tapi karena gue butuh purpose.
Alasan bangun pagi selain “takut telat absen”.
Gue belum nemu jawabannya sekarang. Tapi mungkin, fase hidup yang rasanya kayak error 500 ini…
adalah bagian dari prosesnya.
Kenapa Gue Nulis Ini?
If you’re a:
- Fresh graduate
- Udah kerja tapi ngerasa kosong
- Hidup jalan tapi arah gak jelas
Tenang. Lo gak sendirian.
Ini bukan cerita sukses.
Ini cuma cerita orang yang lagi nyari arah — sambil tetap kerja, tetap hidup, dan berusaha tetap waras.